akhir pekan ini aku menyempatkan diri datang ke Islamic Book Fair ke-8 di Istora Senayan (keterangan lebih lanjut klik disini). hari pertama datang yaitu hari Jum’at 6 Maret 2009. ketika teman-teman bergegas menyaksikan Java Jazz, aku malah membelokkan mobil ke Istora lihat pameran buku. pas pertama datang itu, pengunjungnya kebanyakan wanita, muslimah semua. ada juga rombongan anak-anak sekolah yang seperti sedang melakukan study tour. hari itu pameran relatif sepi. aku bisa santai baca-baca buku sambil muter-muter dari satu stand ke stand yang lain. harga bukunya pun murah-murah (itulah sebabnya setelah pulang dari pameran kepalaku pusing dan kantongku tersa ringan). sepertinya semua buku yang dipamerkan sudah dipotong harganya. mayoritas buku yang dipamerkan dan dijual adalah buku-buku islam. tema terbanyak adalah berbagai hal tentang wanita. dari mulai ibadah sampai penampilan.
ini adalah buku-buku yang aku beli di hari jum’at itu.

semua buku itu harganya kurang dari 40 ribu rupiah.
esok harinya aku bercerita ke orang-orang rumah tentang pameran ini. kakak ku yang juga senang membaca mengajak untuk datang lagi di hari ahad. ajakan itu dikuatkan oleh mama yang sama-sama penasaran (biasa ibu-ibu, gelisah kalo denger diskonan). jadilah kami bertiga berkunjung ke Istora Ahad ini (8/3). kami berangkat dari rumah jam 8.30 pagi. sampai disana masih jam 9.20. pameran belum dibuka (kepagian cuy…). jam 10 pameran dibuka dan pengunjung membludak. mungkin karena hari terakhir pameran yang bertepatan dengan hari libur. pengunjung yang datang sangat beragam. mayoritas didominasi oleh muslimah. namun ada warna lain di hari terkhir pameran ini. banyak pengunjung yang membawa keluarga lengkap mereka. anak-anak dibebaskan oleh orang tua mereka memilih dan memiliki bacaan-bacaan yang ada disitu. rombongan (yang mirip seperti) study tour juga banyak dan beragam. ada yang dari tangerang, bekasi, depok, bogor, bandung, garut, hingga solo. banyaknya pengunjung menyebabkan gerak yang kurang bebas. kalau dihari jum’at bisa santai, maka di hari ahad ini sebaliknya. butuh tenaga ekstra kalau kita ingin memilih dan memilah buku yang akan dibeli.
di kesempatan kedua kunjunganku, aku membeli beberapa buku lagi. sehngga inilah buku-buku yang aku beli di IBF tahun ini.

kakak dan ibuku membeli buku yang jumlahnya hampir sama dengan ku. kalau disatukan semua, buku-buku yang kami beli langsung mengambil tempat satu tumpukan rak di lemari buku kami. hebatnya, jumlah uang yang kami keluarkan jika ditotal semua untuk membeli buku sebanyak itu tidak sampai menghabiskan 1 juta rupiah.
PS: beberapa hari sebelum datang ke IBF, aku berkunjung ke gramedia matraman. disana aku bertemu dengan serombongan anak TK dan SD dari sebuah sekolah unggulan elit dari kalangan non-muslim di jakarta. dalam hati aku iri sekaligus paham alasan mereka bisa menjadi unggul. sedini itu mereka dilatih untuk gemar beca buku. namun perasaan itu sirna begitu aku berkunjung ke IBF. ada lebih banyak anak-anak muslim dari berbagai latar belakang usia domisili dan strata pendidikan begitu antusias membaca dan membeli buku. semoga event seperti ini tidak hanya diselenggarakan setahun sekali. semoga ada lebih banyak book fair-book fair lainnya yang diselenggarakan oleh IKAPI. dan terakhir, aku tidak menyesal sama sekali karena batal nonton Java Jazz. semua terbayar lunas (sorry Jason Mraz, maybe next time…hehehe…)