tema pemilu sekarang sedang hot-hotnya. tadi dalam perjalanan beraktifitas, aku bertemu spanduk kampanye salah seorang caleg. isinya tidak jelas, karena pakai bahasa sunda (yang notabene saya tidak bisa berbahasa sunda). sore hari, di Drive N Jive HRFM, Iwet dan Rahmah membahas tentang spanduk kampanye caleg-caleg yang amat sangat aneh. tema kampanye caleg ini berlanjut hingga malam hari ketika aku baca artikel ini di vivanews.com dengan topik yang sama. kalau mau tahu seberapa aneh cara caleg-caleg negeri ini berkampanye, silahkan baca link di vivanews tersebut.
dari iklan-iklan kampanye saat ini sudah terlihat bagaimana kualitas caleg-caleg yang akan jadi wakil rakyat nantinya. yang mereka tonjolkan bukan program kerja, melainkan popularitas semata. tidak jelas tindakan apa yang akan mereka lakukan jika terpilih nanti.
aku pernah membuat riset kecil-kecilan untuk menggali berita atau sedikit keterangan tentang seluruh caleg di wilayah pemilihanku (dapil Jabar 6). hasilnya, hanya segelintir caleg yang bisa didapat keterangannya. sialnya, mayoritas caleg yang ada keterangannya itu berasal dari satu partai yang sama. caleg lain tidak jelas asal-usulnya. (asal-usulnya aja ngga jelas, apalagi programnya???) sudah bisa diperkirakan nanti sewaktu pemilu, aku akan pilih siapa dan dari partai mana (ngga ada pilihan lain sih…)
celakanya partai tempat caleg-caleg itu bernaung juga sama ngga jelasnya. mereka bukannya menonjolkan program-program kerja partai namun sibuk mengkampanyekan kegagalan dan menyerang partai lain. sangat sulit mendapatkan keterangan tentang program kerja partai. website mereka hanya berisi berita-berita tidak penting.
cobalah masuk ke website salah satu partai dan gunakan keyword “program kerja” pada search engine website tersebut. aku yakin tidak akan ditemukan apa-apa. jika ada hasilnya, tolong beritahu saya. cara ini sudah pernah aku coba di website semua partai besar, partai peraih suara terbanyak di pemilu lalu, dan partai-partai baru yang iklannya di media elektronik (radio dan televisi) cukup bombastis (sampai membuat spot iklan berkedok siaran berita di salah satu tivi lokal jakarta). salah satu contoh adalah partai yang menggembar-gemborkan sembako murah sebagai “jualan” partainya. di iklan-iklan media massa, partai ini menyebut akan mewujudkan sembako murah bagi rakyat dengan 6 (atau 9 ya?) langkah nyata. nah, pertanyaannya kemudian adalah apakah langkah-langkah nyata tersebut? aku coba cari keterangannya di website. namun sungguh sayang, keterangan tentang langkah nyata partai itu tidak ada di official website mereka. hal ini memunculkan satu kesimpulan bahwa sebenarnya langkah nyata tersebut cuma omong kosong yang ditampilkan di iklan dan hanya untuk menarik perhatian.
belum terpilih aja sudah berani menipu rakyat. bagaimana nanti jika sudah menjabat? kalau calegnya busuk maka bisa diperkirakan bahwa partainya adalah sampah….
wah artikel yang bagus, mas. selalu dibutuhkan pengkritisan terhadap kondisi perpolitikan kita!